Sabtu, 26 Desember 2009

PROPOSAL MENDIRIKAN UNIT PERCETAKAN

PROJECT PROPOSAL


“Saatnya Memiliki Unit Percetakan Sendiri”


Sangat Cocok Bagi Siapapun Yang Ingin Mendirikan
Usaha Percetakan Sendiri Terutama Perkantoran Pemerintah/ Swasta,
Yayasan, Lembaga, Sekolah, Keagamaan, Perbankan, Hotel,
Copy Center, ORMAS, PARPOL, LSM, dll



KATA PENGANTAR

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan Syukur kehadirat Allah SWT, berkat Rahmat dan HidayatNya sehingga kita dapat menjalankan aktifitas sehari-hari dengan baik dan lancar.

Proposal ini kami buat termotivasi dari beberapa tulisan kami di salah satu Website tentang Design/Grafika (www.kertasgrafis.com), dimana banyak sekali masukan dari seluruh Nusantara tentang tulisan kami tersebut untuk dijadikan salah satu Referensi bagi yang ingin mengetahui tentang ilmu Grafika/ Percetakan. Bahkan banyak Email yang masuk ke kami yang menanyakan bagaimana caranya membuka usaha/ unit percetakan.

Dan secara kebetulan Penulis (Saudara Iis superiadi) saat ini Berkarya pada salah satu Perusahaan Suplier Alat/ Mesin Grafika yaitu PRIMABUANA GROUP yang sudah cukup terkenal dikalangan Industri Grafika sejak 10 tahun lalu. Selain itu juga penulis adalah Alumni dari Sekolah Grafika yaitu SMT Grafika Desa Putera dan Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, serta beberapa Kursus Grafika di Pusat Grafika Indonesia Jakarta.

Maka antara dua kepentingan tersebut, kami gabungkan sehingga hadirnya sebuah tulisan/ catatan ini menjadi sebuah ” PROPOSAL SAATNYA MEMILIKI UNIT PERCETAKAN SENDIRI ”

Di dalam Proposal ini antara lain memuat tentang :

1.Mengapa Harus Mencetak Sendiri ?
2.Tips Memilih Mesin Cetak.
3.Contoh Perhitungan Tarif Mesin Mini Offset TOKO Gronhi 860
4.Menghitung Biaya Pokok Barang Cetakan
5.Contoh – Contoh Perhitungan/ Kalkulasi Biaya Cetakan
6.Paket – Paket Investasi Peralatan Percetakan

Kami mengucapkan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada Pengelola Website www.kertasgrafis.com atas dimuatnya tulisan kami dan Editingnya sehingga lebih enak dibaca, juga kami ucapkan Terima Kasih kepada PRIMABUANA GROUP tempat kami berkarya hingga saat ini (Proposal ini juga kami dedikasikan kepada PRIMABUANA GROUP menyambut dan memperingati 10 tahun bersama Industri Grafika)

Kami berharap Proposal ini berguna bagi siapapun yang membacanya,terutama yang ingin mendirikan Unit Percetakan. Dan kami sadar Proposal ini jauh dari lengkap untuk mengetahui tentang Ilmu Grafika, untuk itu saran dan koreksi sangat kami butuhkan.


Untuk keterangan lebih lanjut dan presentasi dapat menghubungi Marketing kami di :

PT. PRIMABUANA MEGA PERKASA Cabang Semarang
Jalan Jend. Sudirman No. 186-187, Siliwangi Plaza Blok B 15 Semarang 50142
Telpon : 024-7616821,7604049 Faximile : 024-7616820
Email : pais_msngrafika@telkom.net
Hotline : 0816 820 608

Atas perhatian dan waktunya untuk membaca Proposal ini, kami ucapkan banyak terima kasih.




Iis Superiadi, AMd.Graf

Pondok Indraprasta,Semarang 2007




A. MENGAPA HARUS MENCETAK SENDIRI?

Di dalam kegiatan sehari-hari sangat tidak dimungkinkan kita dihindarkan dari kebutuhan akan barang-barang cetakan seperti : Buletin, Kop Surat, Kartu Nama, Invoice, Faktur, Memo, Berita/warta, Amplop, Buku, Kwitansi dan bermacam-macam formulir atau bentuk stasioneris lainya. Semakin besar dan luas kegiatan suatu perusahaan/ organisasi, semakin besar pula penggunaan terhadap barang-barang cetakan. Jika hal demikian yang terjadi dan kita kurang berhati-hati tentunya kita akan terkejut apabila ditawarkan jasa percetakan yang cukup tinggi, sebagai pemimpin perusahaan/organisasi tentunya berpikir tentang sebuah Effesiensi dalam pengeluaran ongkos-ongkosnya. Sehingga akan dihadapkan pada suatu alternatif untuk mengambil keputusan ”Apakah terus mencetak keperluannya menggunakan jasa cetak diluar atau lebih baik memiliki Unit Percetakan sendiri ?”
Mempunyai unit percetakan sendiri bukan berarti akan terjadi keajaiban yang secara tiba-tiba menekan biaya cetakan, dan menghilangkan segala kesulitan barang cetakan yang sering terjadi bila mencetak diluar. Namun demikian jika ditelaah secara logis dan ekonomis tentunya dengan ”MENCETAK SENDIRI” akan dapat memberikan manfaat banyak.
Alasan-alasan mengapa sebaiknya anda memiliki unit percetakan sendiri harus didukung oleh kenyataan-kenyataan yang ada, dimana jika kita memesan barang cetakan dari luar biasanya ada dua cara :

1.Memesan dalam jumlah besar sekaligus.

Keuntungan :
-Harga satuannya lebih murah
-Mengurangi penangguhan penyerahan
-Pembukuan karena transaksi lebih sedikit, memudahkan penyusunan anggaran
Kerugian :
-Masalah tempat penyimpanan
-Nilai investasi yang besar dalam bentuk cetakan
-Resiko kadaluarsa.

” INVESTASI BESAR DALAM PENGADAAN BARANG CETAKAN, SEHINGGA BAHAYA BAHAN CETAKAN YANG KADALUWARSA HANYA AKAN MENGISI KOTAK SAMPAH SAJA ATAU MENJADI KERTAS CORETAN YANG MAHAL”

2.Memesan dalam jumlah kecil secara berulang.

Keuntungan :
-Menghemat ruangan
-Memperkecil investasi dalam bentuk cetakan
-Mengurangi resiko kekadarluwasaan
Kerugian :
-Harga menjadi lebih mahal
-Resiko terbatnya penyerahan.
-Pembukuan karena transaksi sering terjadi dan merepotkan penyusunan anggaran
-Pengawasan yang ketat, agar tidak terjadi kekosongan.
Menghadapi masalah ini adalah wajar bahwa kedua cara tersebut tidak sempurna. Kedua-duanya menimbulkan banyak hal yang tidak menyenangkan. Namun ada cara yang terbaik (dengan memiliki unit percetakan) yaitu cara yang telah ditempuh oleh banyak orang bahkan ribuan usahawan yang cerdik diseluruh dunia. Untuk menghemat biaya dan waktu dan sekaligus mengendalikan biaya-biaya yang akan datng dengan memperoleh keuntungan dan manfaat tambahan, antara lain :
-Leluasa untuk mencetak apa yang dibutuhkan dan kapan saja.
-Keterlambatan hampir tidak ada, karena sarana mencetak berada dalam pengendalian sendiri.
-Menghemat investasi dalam bentuk cetakan, sebaliknya memperoleh harga yang lebih murah.
-Cetakan yang kadaluwarsa hampir tidak ada.
-Dokumen yang bersifat rahasia lebih terjamin, karena dicetak sendiri.
-Melepaskan diri dari ketergantungan pihak luar.
-Flexibilitas menjadi lebih baik.
Dengan ”Mencetak sendiri” anda mudah dapat menciptakan kertas blanko menjadi formulir yang berguna hanya dalam sekejap, anda akan menjadi lebih leluasa dalam segala hal. Keterlambatan penyerahan tidak terjadi lagi, resiko kadaluwarsa menjadi kecil. Prosedur pembelian dan pengawasan menjadi sangat sederhana. Pendek kata dengan ”Mencetak sendiri ” semua masalah dapat diselesaikan dengan mudah. Persediaan barang cetakan hanya memerlukan pengawasan yang minim. Namun demikian adalah penting sekali untuk memetapkan sasaran apa yang sebenarnya anda ingin capai dengan memiliki unit percetakan sendiri.
Dengan ”Mencetak sendiri” banyak jenis cetakan yang tadinya dirasakan terlalu mahal bila dicetak diluar, atau bahkan sering tidak mempertimbangkan untuk dicetak karena faktor biaya atau masalah lain, tetapi dengan memiliki sarana anda dapat mengerjakan dengan mudah.
Memiliki unit percetakan sendiri memberikan banyak jasa dan fasilitas kepada perusahaan, sehingga tidak selamanya unit harus dianggap sebagai beban biaya tersendiri. Walaupun demikian untuk bahan evaluasi mengenai beban yang timbul karena membentuk unit percetakan sendiri, hal-hal berikut patut dipertimbangkan antara lain :
-Upah juru cetak/operator
-Biaya membeli peralatan
-Biaya pemeliharaan
-Biaya sewa ruangan
-Biaya pemakaian listrik dan sebagainya.
Apabila jumlah biaya tersebut memadai terhadap manfaat yang akan diperoleh, maka inilah saatnya anda memutuskan ”MENCETAK SENDIRI ”


Peralatan apa saja yang diperlukan ?
Ya, kami akan menawarkan dalam beberapa paket, yang tentunya alat/mesin yang dapat dipergunakan sesuai dengan keperluan anda.

Bagaimana pelatihan operator dan menjalankan usaha percetakan ?
Ya, kami akan berikan kepada anda secara gratis (ketentuan berlaku untuk luar kota)



B. TIPS MEMILIH MESIN CETAK

Setelah anda memutuskan untuk investasi unit percetakan, langkah selanjutnya adalah apakah akan membeli mesin second atau baru, apakah mesin buatan Jepang atau Cina. Menggunakan mesin Cina juga cukup bagus, apalagi sekarang mesin Cina banyak yang bersertifikat ISO. Coba simak berita kami ini yang di muat di www.kertasgrafis.com (oktober 2006), tentang tips membeli mesin dibawah ini :
MESIN MESIN CINA SERBU PERCETAKAN, Bagaimana Kita Menyikapi?
Beli mesin Cina ? wah.. jangan deh, tidak kuat, jelek, rewel, service / sparepartnya gimana?, dijual lagi nggak laku, teknisinya sulit dihubungi, pokoknya janganlah, lebih baik beli mesin second aja deh sudah pasti bandelnya. Ya itulah antara lain komentar orang-orang lima tahun lalu menurut pengalaman Iis Superiadi yang mencoba memasarkan mesin-mesin percetakan made in Cina.

Skeptism Awal

Untuk meyakinkan konsumen akan mutu dan kwalitas mesin cina yang layak digunakan, Iis Superiadi, yang bekerja di Divisi Pemasaran PT.Perkasa Utama Jaya, kerap berkeliling menawarkan demo mesin ke sentra-sentra percetakan secara gratis, tiga hari, dan seminggu, Bahkan penaglaman yang paling menantang, untuk mesin TOKO buatan Cina, Iis ditantang untuk demo cetak selama tiga minggu mengerjakan order cetakan buku. Dan apa yang terjadi?
Demo mesin tersebut berhasil, selama digunakan mesin Toko Cina tersebut tidak ada kendala yang sangat berarti, dan pengalam itu akhirnya merupakan ”closing” pertama kalinya terhadap mesin TOKO Cina tersebut. Pengalam ini mengingatkan kita akan serbuan speda motor Cina beberapa tahun sebelumnya di Indonesia, dimana para penyalur dan pemasar dihadang oleh skeptism pasar. Namun setelah terbukti bahwa produknya handal, pasar pun menjawab dengan baik dan cepat. Untuk tahun pertama saja (2002) PT. Perkasa Utama Jaya berhasil menjual mesin TOKO Cina 11 unit.

Perkembangan Akhir
Dan sekarang...,diakui atau tidak inilah sebuah kenyataan bahwa mesin cina bukan hantu bagi percetakan,bahkan sebelum ini kita sudah mengenal atau bahkan kita menggunakannya. Lihatlah mesin potong DQ, Mesin pons, Mesin poli, Mesin Embos dan siapa yang meragukan kemampuan mesin-mesin tersebut?
Sekarang lihatlah perkembangan mesin-mesin Cina,mungkin sudah ada dimeja kerja kita brosur-brosur dan penawaran tentang harga mulai dari pelat cetak,master paper,film,plate maker,mesin cetak dari ukuran folio sampai ukuran plano,mesin-mesin finishing(komplit/lipat/lem/jahit dll)

Globalisasi dan Kemajuan Manufaktur Cina

Phenomena alat/mesin cina akan terus berkembang seiring perkembangan percetakan/grafika di Indonesia, dan arus globalisasi yang kuat, serta dengan menguatnya kemampuan manufaktur perusahaan-perusahaan Cina di dunia bisnis Internasional. Dalam pameran Label Expo Amerika di bulan September 2006, Kertasgrafis.com melihat beberapa peserta pameran Cina yang memamerkan full set alat cetak label yang tidak kalah kerennya dibanding peserta negara lain dari Eropa atau Amerika.
Kita grafika Indonesia, saat ini baru tahap pada pengguna alat atau mesin harus pandai-pandai memilah dan memilih mana yang terbaik dan ekonomis, karena kata akhir adalah persaingan bisnis dalam meraih keuntungan. Jangan pula harga investasi awal yang murah menjadi hangus karena keandalan mesin dan purna jual yang rendah dalam jangka panjang.

Tips Memilah dan Memilih

Bagaimana kita menyikapi ini semua? Apalagi jika ada rencana untuk investasi mesin-mesin Cina yang mungkin dihadapan kita sekarang ada beberapa penawaran dari beberapa agen/supplier mesin-mesin Cina. Berdasarakan wawancara kami dengan Iis Supriadi, yang juga Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, memberikan beberapa tips :

1.Referensi:
Mintalah referensi kepada teman atau rekan bisnis anda yang pernah membeli produk alat/mesin Cina. Tanyakan bagaimana selama ini menggunakan mesin tersebut apakah banyak masalah, bagaimana pelayanan service/teknisi, sparepart tersedia apa tidak, kalau mesin tersebut bagus dimana saya dapat membelinya, kalau perlu siapa salesnya yang bertanggung jawab terhadap mesin yang saya beli. Referensi dari pengguna mesin Cina ini penting, sebab kepuasan orang lain akan kita jadikan acuan untuk dapat membeli mesin tersebut. Tanyakan juga kepada agen/penyalur alat/mesin Cina dimana dan berapa jumlah populasi alat/mesin sampai dengan saat ini.

3.Demo produk:
Mintalah demo produk agar kita lebih jelas terhadap alat/mesin yang ditawarkan kepada kita, karena setelah kita mendapatkan referensi sekarang kita sendiri yang akan membuktikannya dengan demo produk, kalau perlu minta demo gratis (karena ada juga yang meminta down payment 20-30 persen baru bisa demo, dan kalau pembelian batal DP hangus). Hadirkan juga dalam demo tersebut operator atau teknisi yang independent atau orang kepercayaan kita untuk menilai demo tersebut.

4. Jaminan purna jual:
Mintalah jaminan purna jual berupa garansi spare part dan garansi service yang biasanya gratis selama jangka waktu tertentu,dan tanyakan ketersediaan sparepart dan teknisi setelah masa garansi habis/selesai. Untuk bahan pertimbangan biasanya alat/mesin Cina yang dijual merupakan copy paste dari alat/mesin yang sudah ada buatan Jepang atau Jerman, pastikan mesin tersebut sudah banyak dipasaran Indonesia. Artinya jika ada sparepart yang kita butuhkan nantinya bisa digunakan di alat/mesin Cina atau sebaliknya. (Sebagai contoh jika anda membeli alat/mesin cetak TOKO cina mungkin tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan sparepart, karena sparepart lokal banyak tersedia, selain ketersediaan sparepart dari agen alat/mesin Cina tersebut tentunya).

4. Harga:
Harga adalah salah satu alasan kita untuk berinvestasi pada alat/mesin Cina, biasanya harganya setengah atau lebih dari mesin buatan Jepang,dan tiga atau empat kali dari harga alat/mesin buatan Jerman. Bahkan setara dengan alat/mesin Second. Alasan inilah yang biasanya digunakan untuk investasi mesin baru dibanding dengan mesin second karena lebih terjamin atas adanya garansi service dan sparepart. Jangan lupa tanyakan juga sistem pembayaran yang dapat dilakukan apakah cash atau tempo,karena biasanya untuk pembayaran tempo lebih menarik bagi yang ingin investasi atau tambah mesin, ini dilakukan karena bisnis percetakan tidak hanya cukup satu unit mesin saja, tetapi ada tiga bagian yaitu bagian persiapan, bagian produksi dan bagian finishing/jilid yang masing masing mempunyai beragam jenis alat/mesin. Atau pembayaran cash yang biasanya mendapatkan discount khusus.

5. Analisis Perbandingan Persaingan:
Lakukan analsis perbandingan dengan mesin ex-negara lain nya atau merek lainnya atau bahkan mesin second-hand, bandingkan positif dan negatif atas 4 faktor diatas. Kemudian saatnyalah untuk mengambil keputusan.( www.kertasgrafis.com )


C. Contoh Perhitungan Tarif Mesin TOKO Gronhi 860
( Dimuat dalam www.kertasgrafis.com, 24 november 2006 )




Perhitungan Investasi Mesin Mini Offset
Oleh: Iis Superiadi.Amd.Graf


Yang pertama kali orang banyak tanyakan ketika akan membuka sebuah percetakan adalah berapa biaya dan biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan harga pokok sebuah order atau cetakan, sebagai insan grafika saya akan sedikit membantu memberikan informasi. Untuk tulisan pertama saya ini bagaimana mengetahui / menghitung biaya sebuah mesin cetak, dan selanjutnya bagaimana menghitung biaya dari mulai persiapan (desain / setting / film / plate), produksi (cetak / varnish / laminating), Finishing (penjilidan / packing dll), hingga kepada menghitung biaya pokok produksi sebuah majalah.

Mesin Mini Offset disini mengacu kepada mesin cetak Toko Gronhi 860 yang mempunyai spesifikasi unit cetak 1 warna dengan ukuran kertas maksimum B4, 250 x 350 mm. Umumnya dengan mesin inilah orang biasanya memulai bisnis percetakan kecuali orang yang bermodal besar bisa memulai dengan mesin buatan Eropa, Jepang dan lainnya.

Investasi Mesin

Total awal investasi alat dan pemasangan adalah Rp.45.000.000,-. Perkiraan umur mesin untuk perhitungan depresiasi adalah 10 tahun. Untuk perhitungan jam produksi dalam satu tahun diambil angka sebesar 1500 jam, dengan kecepatan cetak mesin rata-rata adalah 4000 lembar/jam.

Biaya operasional

Secara garis besar total biaya operasional kurang lebih hampir sama dengan nilai mesin cetak yaitu Rp. 44.467.662,- yang dirici sebagai berikut;

1. Kebutuhan tempat
Diperlukan tempat kurang lebih 4 x 6 meter, bisa juga 3 x 3 m bila dipaksakan, biaya tempat Rp.500.000,-/bulan atau Rp. 6.000.000,- pertahun.

2. Gaji operator cetak
Gaji operator cetak sebesar Rp.1.200.000,- per bulan atau Rp. 14. 400.000,- pertahun , serta gaji staff teknisi kurang lebih 10% dari besar gaji cetak operator atau Rp. 1.440.000,-. Tentunya biaya gaji tergantung dengan pengalaman, tingkat keahlian operator cetak dan daerah dimana investasi berlangsung.

3. Spare-part dan material,
Pemakaian alat dan material diperkirakan Rp.350.000,-/bulan atau Rp. 4.500.000,- pertahun.,-

4. Air dan listrik
Air adalah bagian tidak terpisahkan dari proses cetak offset dimana diperlukan untuk mencampur larutan pembasah. Pemakaian air Rp.75.000,-/bulan atau Rp. 900.000. Pemakaian listrik sebesar 350 watt dengan Rp.500,-/KWH untuk total 1500 jam selama setahun adalah Rp. 262.500,- (0.350 x Rp.500 x 1500 jam).

5. Perawatan mesin
Biaya perawatan dan reparasi diambil angka 2% dari biaya mesin cetak atau Rp. 900.000,- / bulan. Kegiatan perawatan mesin cetak sangat kritis dan diperlukan untuk menjaga mutu kualitas cetak dan keawetan mesin, dimana setiap minggu mesin diganti air pembasahnya dan setiap bulan mesin diperiksa apakah ada bagian aus atau diberi minyak pelumas.

6. Biaya modal
Bunga Modal yang di Investasikan12% dari mesin cetak atau sebesar dari nilai investasi mesin cetak, 12% x ½ x Rp. 45.000.000,- atau $2.700.000,-

7. Biaya tak langsung
Biaya perusahaan tidak langsung, berkaitan dengan resiko produksi sebanyak 10% dari total jumlah biaya ke 6 rinacian diatas, 10% x Rp. 35.302.500 atau sebesar Rp. 3.530.250,-

8. Biaya umum
Biaya umum berkaitan dengan resiko penjualan sebanyak sebanyak 15% dari total jumlah biaya ke 7 rincian diatas, 15% x Rp.38.832.750,- atau sebesar Rp. 5.824.912,-

Tarif mesin per jam

Untuk menghitung biaya tarif mesin per jam, maka total biaya operasional dibagi total jam produktif yaitu 1500 jam, Rp.44.657.662,- /1500 jam atau sama dengan Rp.29.771 per jam. Biaya ini diperlukan bagi anda untuk meninjau atau melihat seberapa efisien mesin cetak atau keunggulan biaya cetak dibanding dengan mesin cetak yang sejenis dalam 1 jam cetak.

Biaya 1 lintasan

Dengan mengambil kecepatan mesin cetak rata-rata sebesar 4000 lembar per jam, maka anda bisa menghitung berapa biaya cetak perlembar untuk setiap naik cetak, formulanya adalah tarif mesin dibagi dengan kecepatan mesin cetak rata-rata, Rp.29.771,-/4000 =Rp.7,4 per naik cetak. (tujuh koma empat rupiah).

Mesin cetak 1 warna dan multiple warna

(Redaksi kertasgrafis.com) Investasi mesin cetak 1 warna dan multiple warna sangat tergantung dari jenis pekerjaan cetak atau order yang akan dibidik oleh investor. Operator mesin cetak 1 warna harus naik cetak 2 kali bila harus menyelesaikan order dengan 2 warna untuk satu sisi, bila cetakannya 2 warna setiap sisi kertas maka harus naik cetak 4 kali, demikian seterusnya bila order yang diterima lebih dari 1 warna untuk setiap sisi. Tentunya banyak pekerjaan cetak yang hanya 1 warna setiap sisi seperti cetakan buku yang umumnya berupa tulisan atau gambar hitam putih.

Semakin banyak naik cetak tentunya waktu, tenaga dan biaya akan semakin besar atau meningkat. Dengan kata lain tingkat produktifitas adan efisiensi akan rendah dibanding dengan mesin cetak dua warna apabila harus mencetak order 2 warna setiap sisi, diasumsikan dengan kecepatan cetak yang sama. Secara teori ada jumlah minimum cetakan dimana mesin cetak 1 warna dan 2 warna mempunyai biaya cetak yang sama, dikarenakan nilai investasi mesin cetak lebih mahal dibanding dengan mesin cetak 1 warna.(www.kertasgrafis.com)

Catatan : Data di atas hanya contoh, data yang sebenarnya dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah tempat anda membuka percetakan. Untuk Keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi penulis.



*) Penulis adalah Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, tempat berkaryanya saat ini di PT.Primabuna Group Cabang Semarang HP : 0816820608 atau Email : pais_msngrafika@telkom.net

D. Menghitung Biaya Pokok Barang Cetakan




( Dimuat di www.kertas grafis.com, 01 maret 2007 )





Tips Biaya Pokok Cetakan
Oleh: Iis superiadi A.Md.Graf

Anda mungkin penasaran saat mendapatkan harga penawaran cetak yang berbeda-beda antara percetakan satu dan lainnya. Anda jadi khawatir percetakan yang sudah anda pilih terlalu banyak ambil untung atau mungkin bila terlalu murah nanti kualitas cetakannya tidak bagus atau terjamin. Dengan mengetahui harga pokok biaya cetak, anda paling tidak bisa merasa aman dan nyaman dalam memutuskan suatu transaksi tidak saja murah dan tapi juga masuk akal bagi percetakan untuk menyelesaikan order yang akan dicetak. Bagi percetakan sendiri anda bisa melihat ulang apakah struktur biaya anda mengikuti pola standard atau tidak.

Kaidah

Harga pokok adalah seluruh biaya yang dapat dihitung dengan uang untuk mendapatkan,mengerjakan,menyerahkan sampai pada penagihan dari suatu order. Kenapa harga pokok menjadi penting ? Ya, karena adanya persaingan, bertambahnya jumlah perusahaan percetakan, langganan menginginkan pelayanan cepat,kwalitas baik dan harga murah,adanya permainan harga bahan,kurangnya jumlah pesanan.

Harga pokok juga tidak boleh mengandung unsur keuntungan/beban yang lain dari batas yang dibuat,yaitu suatu beban yang merupakan keharusan/hal yang tidak mungkin dihindari dan harga pokok harus dapat diketahui sebelum proses produksi dimulai,sehingga jika seluruh biaya tadi dimasukan sebagai unsur harga pokok dan percetakan pada suatu waktu terpaksa menjual hasil produksinya dengan harga pokok,maka perusahaan tersebut akan dapat tetap berjalan tanpa mengalami gangguan.

Aspek
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menghitung/mengkalkulasi suatu order cetakan antara lain ;
1. Bahan yang meliputi kertas,tinta,film,pelat,dll.
2. Biaya persiapan meliputi,setting,desain,layout,fotorepro,plate making,dll.
3. Ongkos cetak
4.Biaya penyelesaian meliputi,ongkos lipat,ongkos pengumpul,ongkos jahit benang/kawat,ongkos pekerjaan tangan misalnya memasang cover,ongkos memotong,dll
5. Pekerjaan pihak ketiga
6. Biaya expedisi/pengiriman
7. Prosentase keuntungan perusahaan
8. Pajak penjualan.
Menghitung kertas
1. Cara menghitung kertas ukuran Double Royal 650x1000mm dipotong ukuran folio;
(650 x 1000) / (215 x 330) = 9 sheet

Didalam menghitung kebutuhan kertas,biasanya sudah termasuk spare/insheet yaitu kelebihan kertas dari jumlah order cetakan untuk menghindari kekurangan oplag yang disebabkan oleh penyetelan/cari warna pada mesin cetak produksi atau pada saat penyelesaian/penjilidan.Jumlah spare/insheet masing-masing tergantung kebijakan perusahaan percetakan masing-masing,biasanya antara 2-7% (tergantung proses produksinya).

2. Kadangkala kita juga dapat membeli kertas bukan dalam lembaran plano,tetapi dalam kilogram yang biasanya untuk kapasitas lebih besar dan lebih murah. Rumusnya adalah;

(Jumlah lembar kertas x panjang x lebar x berat gr/m2) / 10.000

Menghitung tinta


Rumus menghitung pemakaian tinta adalah;

(A x O x D x V x P x I) / 10.000 = ... gram tinta.
A = Jumlah kali cetak
O = Luas catak dalam centimeter
D = Tehnik Cetak
V = Acuan Cetak
P = Paper/kertas
I = Ink/Tinta
Tehnik Cetak (D);
Cetak Offset = 1,1
Cetak dalam = 1,8
Cetak Tinggi = 1,4

Acuan Cetak (V):
Diapositif = 0,8
Raster = 0,4
Blok penuh = 1,0
Tabel = 0,4
Tabel dengan teks = 0,5

Kertas (P) :
Art paper = 1,0
Imitasi = 1,2
HVS = 1,4
HHI = 1,5
Koran = 1,8
Carton = 2,0
Coated = 0,9
Tinta (I) :
Hitam = 1,0
Biru tua = 1,2
Kuning = 1,3
Cyan = 1,4
Magenta = 1,4
Hijau tua = 1,7
Hijau muda = 1,5
Yellow = 1,3
Putih = 2,0
Kuning tua = 1,8

Menghitung biaya persiapan cetak

Perusahaan dalam menghitung biaya setting / desain, film, plate, ongkos cetak, jilid, jahit, lem dan biaya pihak ketiga lainnya berpatokan pada misalnya (1) biaya setting Rp.7500,-/lembar A4, (2) biaya film B/W atau Full colour Rp.25,-/centimeter, (3) biaya plate ukuran Folio (mesin TOKO) Rp.9.000,- ukuran Doble Folio (GTO) Rp.25.000,-, (4) biaya/ongkos cetak mesin TOKO Rp.15.000,-/3 Rim,atau mesin GTO 52 Rp.90.000,-/3 Rim, (5) biaya jilid lem panas Rp.10,-/centimeter, (6) biaya potong akhir Rp.500,-/kilogram dan sebagainya.

Biaya Gudang

Yang termasuk biaya gudang adalah gaji karyawan bagian gudang,pemeliharaan dan perbaikan gudang,biaya tempat dan biaya umum yang dibebankan kebagian gudang.Besarnya prosentase biaya gudang diperoleh dengan cara memperbandingkan biaya gudang yang keluar dalam satu tahun.

(Biaya gudang) / (Nilai barang yang keluar dalam satu tahun) X 100%


Contoh : Percetakan “ x” memiliki gudang diperkirakan dalam tahun 2000 akan mengisi bahan baku/penolong senilai Rp.2.500.000,-,kebetulan bahan tersebut habis terpakai untuk melayani oerder cetakan pada tahun tersebut,biaya gudang dalam satu tahun Rp.125.000,-.Berapa persenkah biaya gudang yang harus diperhitungkan?

(125.000) / (2.500.000) X 100% = 5%


Biaya Expedisi/pengiriman
Yaitu biaya pengiriman barang jadi dari percetakan ke konsumen yang menjadi biaya tambahan setiap barang cetakan guna menutupi biaya yang dikeluarkan oleh bagian expedisi. Yang termasuk biaya expedisi adalah biaya pengepakan, pengiriman, karyawan bagian expedisi, biaya tidak langsung (bensin,pelumas dll). Besarnya prosentase biaya expedisi dihitung dengan cara memperbandingkan antara biaya expedisi dengan jumlah biaya produksi dalam satu tahun,yang masih dalam wilayah operasional perusahaan.dan apabila pengiriman jauh atau luar daerah biaya dapat dihitung tersendiri.

Contoh : Tahun 2000 jumlah biaya produksi percetakan “x” diperkirakan mencapai Rp.4.680.000,- dan biaya expedisi pada tahun tersebut Rp.180.000,- maka prosentase biaya expedisi adalah :

(180.000) / (4.680.000 - 180.000) x 100 % = 4 %



( www.kertasgrafis.com )
*) Penulis adalah Alumni SMT Grafika Desa Putera dan Alumni Akademi Teknologi Grafika Trisakti Jakarta, tempat berkaryanya saat ini di PT.Primabuna Group Cabang Semarang HP : 0816820608 atau Email : pais_msngrafika@telkom.net




E. Contoh – Contoh Soal Perhitungan/ Kalkulasi Biaya Cetakan





1. Hitunglah berapa lembar yang dihasilkan, jika kertas ukuran Double Royal (650x1000mm) dipotong ukuran Folio dan ukuran Kwarto ?

Jawab :


a) Ukuran Folio 21,5 x 33,0



b) Ukuran Folio 21,5 x 33,0




2. Percetakan Prima Grafika mendapatkan order cetakan 7500 buku, ukuran A5, tebal halaman 128, menggunakan kertas HVS 60gr ukuran Double royal (650x1000mm), dicetak hitam-putih dua muka, mesin yang digunakan KORD (460x640mm), dengan spare/ insheet
2 % Hitunglah, Berapa planokah yang dibutuhkan untuk pesanan tersebut?

Jawab :

a) Folio 21,5 x 33,0 mm



b) Folio 210 x 280 mm



c) Ukuran A4 210 x 297 mm


(Spare/ insheet adalah tambahan jumlah order yang diperlukan didalam proses pencetakan, sampai penyelesaian karena didalam proses tersebut akan terjadi kesalahan yang wajar yang tidak mungkin dihindarkan )

3. Jika dipesan order cetakan 1000 buku, ukuran A5, menggunakan mesin yang sama (KORD) jumlah halaman 128, menggunakan kertas HVS 60gr ukuran 790 x 1090mm, dicetak dua warna, dengan spare/ insheet 1 %, stock kertas di gudang hanya ada 10 Rim Plano.

Hitunglah, Berapa kekurangan kertas untuk pesanan tersebut?

Jawab :
D. Royal 650 x 1000 mm
Ukuran. Bersih 103 x 210  105 x 215 mm

500 buku = 50 set
1 buku = 50 set

a) Lembar HVS 60 grm
50 x 500 = 25.000/27 = 925,9 plano
= 926 plano
b) Kertas Doorslag

c) Dorslag warna kuning
50 x 500 = 25.000/12 = 2083,3 Plano
= 2084 Plano

d) Warna Merah
50 x 500 = 25.000/12 = 2.084 plano

4. Percetakan “ JAYA GRAFIKA” mendapat pesanan buku dengan data-data sebagai berikut :
- Jumlah pesanan 10.000 exs
- Isi buku tersebut akan dicetak dengan kertas HVS 80gr dan Art Paper 85gr
- Jumlah halaman buku tersebut 384
- Mesin yang dipergunakan SORM (520x720mm)
- 12 katern akan dicetak pada kertas Art Paper
- Ukuran buku 178 x 250mm
- Spare untuk Art Paper 2 %
- Spare Untuk HVS 1 %
- Ukuran kertas masing-masing 790 x 1090mm
- Harga kertas Hvs 80gr Rp.95.000,-/Rim
- Harga kertas Art Paper Rp.125.000,-/Rim

Hitunglah, Berapa jumlah kertas yang dipakai untuk Art Paper dan HVS ?
Hitunglah, berapa biaya kertas seluruhnya ?

Jawab :
Data-data :
- Jumlah pesanan 750 buku
- Ukuran A5 = 14,8 x 210 mm
- Tebal halaman 128
- Ukuran Mesin 460 x 640 mm
- Spare 2%
- Cetak 2 muka B/w
- HVS 60 gr ukuran 650 x 1000 mm


1 Velt = 16 Halaman
2 2 Velt = 16 x 2 = 32 Halaman
1 buku = 128 halaman /32 halaman = 4 plano

750 buku x 4 pl = 30.000 plano
Spare 2% = 600 plano
30.600 plano



5. Percetakan “SKETSindo Grafika” mendapat pesanan Faktur dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Ukuran bersih : 213 x 280mm
- Jumlah pesanan 350 buku
- 1 buku terdiri dari 25 set @ 3 lembar
- Terdiri dari :
- lembar pertama HVS 60gr uk. Double Royal
- lembar kedua doorslag warna merah uk.440 x 690mm
- lembar ketiga doorslag warna kuning uk.440 x 690mm
- Dicetak menggunakan mesin HDA (Heidelberg kipas) uk.260 x 380mm
- Insheet/ spare masing-masing 1 %
- Harga kertas HVS 60gr 1 rim Rp. 75.000,-
- Harga kertas doorslag 1 rim Rp. 25.000,-

Hitunglah, Berapa jumlah kertas yang dipakai untuk kertas HVS dan Doorslag?
Hitunglah, harga kertas yang dipakai seluruhnya ?


Jawab :

Ukuran bersih A5 14,8 x 21 cm
Ukuran kotor 15,5 x 21,5 cm

15,5 x 21,5 = ½
21,5 x 310 = 2/4
310 x 430 = 4/8
430 x 620 = 8/16

1 velt = 16 halaman
16 x 2 = 32 halaman
128/32 = 4 plano

1000 buku x 4 = 4.000 plano
spare1% = 40 plano
= 4.040 plano

4.040 plano/500 = 8,08 rim
Sedangkan stock di gudang 10 rim plano maka, kertas yang dibutuhkan cukup.




6. Hitunglah berat kertas berikut ini untuk ukuran 790 x 1090mm ?
- 60 gr
- 80 gr

- 100 gr
- 120 gr

Jawab :

Ukuran bersih 178 x 250 cm
Ukuran kotor 180 x 255 cm
180 x 255 = ½
255 x 360 = 2/4
360 x 510 = 4/8

510 x 720 = 8/16
Ukuran kertas yang masuk mesin

1 velt = 16 halaman
16 x 2 = 32 halaman
Jumlah halaman buku 384/32 = 12 plano


a) 12 Karton akt paper
12 x 16 = 192 halaman
386-192 = 192 halaman
192/32 = 6 plano

10.000 x 6 = 60.000
Spare 2% = 1.200
= 61.200 plano

61.200/500 = 122,4 rim x Rp. 125.000,- = Rp. 15.300.000,-

b) HVS
10.000 x 6 = 60.000 plano
Spare 2% = 600 plano
= 60.600 plano

61.200/500 = 122,4 rim x Rp. 95.000,- = Rp. 11.514.000,-
Total Biaya kertas Rp. 26.814.000,-



7. Percetakan “SKETSindo Grafika” mendapatkan pesanan Faktur dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Ukuran bersih : 213 x 280 mm
- Jumlah pesanan 350 buku
- 1 buku terdiri dari 25 set @ 3 lembar
- Terdiri dari
- Lembar pertama HVS 60 gr uk Double Royal
- Lembar kedua doorslag warna merah uk 440 x 690 mm
- Lembar ketiga doorslag warna kuning uk 440 x 690mm
- Dicetak menggunakan mesin HAD (Heidelberg kipas) uk. 260 x 380 mm
- Insheet/ spare masing-masing 1%
- Harga kertas HVS 60 gr 1 rim Rp. 75.000
- Harga kertas doorslag 1 rim Rp. 25.000

Hitunglah berat kertas ukuran Folio, Quarto, dan A4, dari kertas HVS 60 gr ?

Jawab :

a. uk bersih 213 x 280 mm
uk kotor 216 x 283 mm
HVS 60 gr




Doaslag


- HVS :
350 buku x 25 set x 1 lembar = 8.750 lembar
8.750 : 10 = 875 plano
Spare 1% = 8,75plano

883, 75 plano = 884 plano : 500 = 1,768 Rim
1,768 x Rp. 75.000 = Rp. 132.600


- Doorslag :
350 buku x 25 set x 2 lembar = 17.500 lembar
17.500 /4 = 4.375 plano
Spare = 43,75 plano

4.418,75 plano /500 =8,838 Rim
8,838 Rim x Rp. 25.000 = Rp. 220.950,-



8. Berapa berat 10.000 lembar kertas uk. 440 x 6900mm, 40 gr ?

Jawab :

a. 60 gr =

b. 80 gr =

c. 60 gr =

d. 60 gr =


9. Carilah berat kertas untuk 1000 lembar ?
- Art Paper 85 gr Royal ( 500 x 650mm )
- Kertas Tulis 75 gr uk. 700 x 1000mm
- Carton 180 gr uk. 650 x 1000mm
- Sebuah majalah memilik 16 halaman uk. A4, majalah tersebut akan dikirim ke luar daerah, berat 1 majalah tersebut tidak boleh lebih dari 50 gr, berapakah gramature kertas yang harus dipakai ?

Jawab :

a. Folio =

b. Quarto=

c. A4 =



9. Jika 15.000 lembar kertas HVS uk. 650 x 1000mm, akan dipakai untuk buku, berat kertas tersebut 80 gr, harga per- kg Rp.3.000,-. Hitunglah berapa total biaya tersebut ?

Jawab :



10. Sebuah buku dengan jumlah 344 halaman, ukuran 135 x 195mm, dengan jumlah pesanan 1500 ex, kertas yang dipergunakan 80 gr uk.610 x 860mm, spare 5 %, harga per 1000 lembar Rp. 10.000,-
Berapa jumlah kertas yang dipakai ?
Berapa harga kertas seluruhnya ?
Berapa harga 1 kg kertas tersebut ?
Jawab :

a. Atr Paper 85 gr
50 x65 = 3.250 = 0,325 m2
0,325 x 1000 = 325 x 85 gr = 27,625 gr

b. Kertas Tulis
70 x100 = 7000 =0,7m2
0,7 x 1000 = 700 x 75 gr = 52.500 gr
= 52,5 Kg
c. Cartoon 180 gr
65 x 100 = 6500 =0,65 m2
0,65 x 1000 = 650 x180 gr = 117. 000gr
= 117 Kg

d. 16 halaman = 8 lembar
A4 = 21 x 29,7 cm
50 gr /8 = 6,25 Per –Lembar A4

atau
16 halaman = 8 lembar
A1 = ½ Ao
Ao = 2 x 50 gr = 100 gr




11. Jika 500 buku terdiri dari 32 halaman ukuran A5, susunan teks, tanpa gambar uk.120 x 175mm, menggunakan HVS 80 gr, cetak offset, warna hitam, berapa banyak tinta yang dipergunakan ?

Jawab :


= 780 kg
780 kg x Rp. 3.000 = Rp. 2.340.000

12. Sebuah perusahaan memesan 750 buku formulir dengan data-data sebagai berikut ?
a. Ukuran buku 155 x 210mm
b. Satu buku terdiri dari 50 set @set 5 lembar
c. Bahan kertas NCR terdiri dari to, middle, dan bottom. Untuk top dan bottom uk. 650 x 1000mm, harga untuk top Rp.4500,-/kg, bottom Rp. 4000,-/kg, middle Rp.5000,-/kg uk. 790 x 1090mm akan dicetak menggunakan mesin letterpress max. size 260 x 380mm.
d. Logo ukuran 20 x 30mm, diapositf(0,8) dicetak warna biru (1,2), dan untuk teks (0,7) warna hitam (1,0)
e. Ukuran lebar settingan 80 x 190mm
f. Hraga tinta hitam Rp. 17500,-
g. Harga tunta biru Rp. 25.000,-
h. Design logo 2 buah Rp. 30.000,-
i. Spare 1%
j. Ongkos cetak Rp. 12,5 /lembar
k. Jilid lumbek atas
l. Ongkos jilid termasuk bahan Rp.300,-/buku
m. Ongkos potong awal Rp.30,- Kg
n. Ongkos setel mesin potong Rp.7500,-

Hitunglah :
1. Harga kertas seluruhnya ?
2. Harga tinta yang dipergunakan ?
3. Biaya gudang 1 % dari biaya kertas dan tinta /
4. Harga klise ?
5. Biaya/ongkos cetak seluruhnya ?
6. Ongkos potong awal dan ongkos setel mesin ?
7. Ongkos jilid ?
8. Biaya pengiriman 2,5 % dari no. 1-7 ?
9. Keuntungan percetakan 10 % dari no.1-8
10. Pajak penjualan dari harga penawaran
11. Harga penawaran 1 buku ?

Jawab :

1. Kertas cetak letter press
26 x 38 cm
15,5 x 21 cm 1 up
16 x 21,5 uk kotor
21,5 x 32 2 up

a. Kertas Top
Bottom :uk double royal
=18 up


750 Buku
1 Buku = 50 Set
1 Set = 5 lembar



Top = 50 x 750 = 37.500/18 up = 2.084 plano
Spare 1 % = 21 plano

2.105 plano



Untuk Bottom, sama dengan Top = 2.105 plano
Maka,
2.105 x 39 gr = 82,095 gr
= 82,095 kg

Top = 82,095 x Rp. 4.500,- = Rp. 369.428,-
Bottom = 82,095 x Tp. 4.000,- = Rp. 328.380,-

Rp. 697.808,-


b. Untuk middle / tengah





1 Buku = 50 set
1 Set = 5 lembat

middle = 150 x 750 = 112.500/22 = 5.194 plano

Spare 1 % = 52 plano

5.166 plan0


Ada 3 lembar middle
50 x 3 = 150

5.166 x 39 gr = 201.474 gr
= 201,5 kg
201,5 x Rp. 5000 = Rp. 1.007.500

Maka harga seluruhnya =
Rp. 679.808 + Rp. 1.007.500
=Rp. 1.705.308


2. Harga tinta yang dipergunakan
a. Tinta Biru
= 93.750 sheet
= 211,68 gr
=0,211 kg

0,211 kg x Rp. 25.000 = Rp. 5.275


b. Tinta Hitam


= 3,910 kg
3,910 kg x Rp. 17.500 = Rp 68.425


3. Biaya gudang 1% dari total kertas dan tinta
c. Total kertas = Rp. 1.705.308
d. Total tinta = Rp. 73.700

Rp. 1.779.008


4. Harga klise / logo Rp. 30.000


5. Ongkos cetak seluruhnya

93.750 Biru
93.750 Hitam 187.500 x Rp. 12,5 = Rp. 2.343.750


6. Ongkos potong awal + akhir + setel mesin
Top = 82,095 kg
Bottom = 82,095 kg
Middle = 266,9 kg

431, 09 kg x Rp. 30 = Rp. 12.932,_
Ongkos setel mesin = Rp. 7.500,-

Rp. 20.433,-

7. Ongkos jilid
300 x 750 = Rp. 225.000,-


8. Biaya pengiriman 2,5 % x nomor 1-7
Total Rp. 4.746.242
Rp. 4.746.242 x 0,025 = Rp. 118.657




9. Keuntungan percetakan 10% dari no. 1-8
4.746.242
118.657

4.864.898



10. Pajak penjualan 10% dari harga penawaran
0,1 X Rp. 5.351.387 = Rp. 535.139


11. Harga penawaran 1 buku





Demikianlah contoh-contoh perhitungan yang biasa kita temukan dilapangan(Spesifikasi dari contoh diatas dapat disesuaikan dengan harga masing-masing Bapak/ Ibu berada). Untuk lebih jelasnya dapat menghubungi Marketing representative kami atau kirimkan segala pertanyaaan ke Email pais_msngrafika@telkom.net.


F. PAKET–PAKET PEMBELIAN ALAT/MESIN PERCETAKAN

Didalam membeli alat/ mesin untuk unit percetakan kami membaginya dalam dua Paket ( paket A dan Paket B ).
Paket A yang kami berikan mampu mengerjakan kebutuhan akan barang-barang cetakan seperti : Buletin, Kop Surat, Kartu Nama, Invoice, Faktur, Memo, Berita/warta, Amplop, Buku, Kwitansi dan bermacam-macam formulir atau bentuk stasioneris lainya. Sedangkan
Paket B selain mampu mengerjakan pekerjaan tersebut diatas juga mampu mengerjakan cetakan Warna (full colour) dengan ukuran yang lebih besar/ Double Folio, seperti Brosur, Poster, Famplet, Majalah, dan lain-lain.
Untuk peralatan lainya seperti Komputer dan Printer tidak kami masukan, karena fasilitas tersebut biasanya konsumen sudah memiliki peralatan standart tersebut.



PAKET A
Harga Rp.95.000.000,-


1 Unit Mesin Mini offset Gronhi 860
Spesifikasi mesin :
Print size : 248mm x 365mm
Max. Paper Size : 280mm x 392mm
Min. paper size : 75mm x 90mm
Paper weight : 28 -210 g//m2
Speed : 3800 – 6800 s/h
Power supply : 220v, 50hz
Power consumption : 350 watt
Dimension :1028m x 682mm x 578mm
Weight : 130 Kg

1 Unit Mesin Master Elefax PM 55
Spesifikasi mesin :
Type :Table-top, programma ble liquid electrostatic plate maker
Max. original size : 300mm x 430mm :
Image area : 300mm x 430mm
Max. plate size : 324mm x 492mm
Min. plate size : 222mm x 330mm
Magnification : 1 : 1
Processing Speed : 2 plate per minute
Power consumption : 920 watt
Dimension : 810mm x 600mm x 400mm
Weight : 75 Kg

4 Kg Tinta Cetak

4 Botol Etching

1 Meja Mesin Cetak

1 Meja Mesin Elefax PM 55

1 Box Master Basah ML 51 (200 lbr)




PAKET B
Harga Rp.125.000.000,-


1 Mesin Offset DONGHANG E-47 II

Spesifikasi mesin :
Print size : 454mm x 345mm
Max. Paper Size : 470mm x 36,5mm
Size of PS plate : 470mm x 380mm
Paper weight : 28 -255 g//m2
Speed : 2000 –8000 s/h
Way of support paper : Air suction,enter paper sideways
Power supply : 220v, 50hz
Power of main motor : 1.1 kw
Power AC : Single phase
Over print system : The rule of drawing in wheel type
Water roller : 5 piece ( 2 of edition pieces)
Ink roller : 14 ( 3 of edition pieces)
Power of pump motor : 0.55 kw
Dimension : 1800mx950mm x 1300mm
Weight : 800 Kg


1 Unit Expose Plate Ukuran Double Folio

Spesifikasi mesin :
Dimention : 1050mm x 800 x 970mm
Weight : 60 kg
Watt : 700 watt
Exposure time : 4 – 5 minutes
Effective Printing Size : 640 x 540 mm
Light Source : 400 watt


4 Kg Tinta Cetak

1 Set Tinta Sparasi ( Cy, Mg, Yl, Bk )

4 Botol Etching

3 komentar:

  1. Dear pengasuh Blog,
    Saya Hendro. Tinggal di Cikarang jawa barat. Mau tanya apakah saat ini Platindo Jaya masih menjual mesin cetak offset 4 warna?
    Terima kasih

    BalasHapus
  2. saya mau tanya gan. sudah lama banget saya ingin mendirikan percetakan, tapi terkendala pendanaan atau modal. pengenya saya mau mempuat percetakan kecil2lan seperti halnya undangan pernikahan dsb, yang modalnya tidak terlalu banyak. saya masih bngung langkah apa yng harus saya lakukan n dari mana saya memulainya gan ?

    BalasHapus
  3. Terima kasih atas infonya. Sejak setaun lalu, saya memang mengacu pada perhitungan tersebut dalam menentukan bep, planning produksi 1 thn, 5 thn, s/d 10 thn. Termasuk dalam menentukan harga jua".
    Namun semuanya kembali ke pribadi kita, itu hanyalah acuan dasar, 70% sesuai, 29%-nya adalah inspirasi pribadi, dan 1%-nya adalah faktor X.

    BalasHapus